Selasa, 13 Juli 2010

INFLEKSI VERBA BAHASA BELANDA oleh Juniato Sidauruk

MAKALAH MORFOLOGI

INFLEKSI VERBA BAHASA BELANDA


UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH MORFOLOGI
Dosen : Dr. Risnowati Martin

Oleh:
Juniato Sidauruk
NPM. 0906655282


PASCASARJANA ILMU LINGUISTIK
FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA
UNIVERSITAS INDONESIA
APRIL 2010


(Mohon maaf, jadikanlah tulisan ini sebagai gambaran saja bagaimana sih bentuk makalah small project MK. Morfologi; tidak sudi untuk dikutip sebagian maupun keseluruhan isi tulisan ini tanpa ijin tertulis dari penulis)....Thx


INFLEKSI VERBA BAHASA BELANDA

1. Latar Belakang, Alasan dan Tujuan Penelitian

Bahasa Belanda sebagai satu dari sekian banyak bahasa di dunia ini merupakan salah satu bahasa yang banyak mengalami perubahan unsur-unsur bahasa, baik dari sisi unsur lingual dan non-lingual yang memiliki pola-pola terstruktur. Perubahan ini sifatnya abstrak, namun sebagai bahasa yang berkembang tentu ada produktifitas penggunaan satuan bahasa tersebut. Satuan bahasa yang dimaksudkan di sini adalah tataran fonologi, morfologi, sintaksis, semantik sebagai satuan dalam bahasa.
Produktifitas Bahasa Belanda pada tataran morfologi khususnya infleksi verba akan diteliti pada kesempatan ini. Verba dalam beberapa bahasa dunia adakalanya mengalami perubahan-perubahan tertentu. Bergerak dari ketertarikan peneliti atas Bahasa Belanda sebagai bahasa yang belum sempat diteliti lebih jauh sebelumnya sewaktu di tingkat Sarjana serta niat menambah pengetahuan tentang salah satu sub topik morfologi menjadi penyemangat peneliti dalam melakukan penelitian berskala kecil ini.
Produktifitas bisa terjadi sebagai penanda bahwa satu bahasa mengalami perkembangan, walaupun ada bagian-bagian tertentu dalam satuan bahasa yang mungkin tidak mengalami perubahan. Fokus peneliti adalah keinginan untuk mengadakan penelitian tentang produktifitas infleksi verba Bahasa Belanda, terutama pada empat kata kerja “gaan” (‘pergi’), “hebben” (‘mempunyai)’, “maken” (‘membuat) dan “sprachen” (‘berbicara’).
Tujuan dan ruang lingkup penelitian berskala kecil ini adalah untuk melihat bentuk infleksi verba dalam Bahasa Belanda. Secara morfologis, peneliti mencoba untuk mengenali proses pembentukan infleksi verba. Agar uraian dalam penelitian ini lebih lengkap terkait dengan infleksi, peneliti merasa perlu menunjukkan pada saat seperti apa sebuah verba berinfleksi dan bagaimana bentuk infleksinya. Kemudian peneliti juga akan menguraikan arti kata yang berinfleksi tersebut.
Fokus penelitian atas kata kerja “gaan” (‘pergi’), “hebben” (‘mempunyai)’, “maken” (‘membuat’), dan “sprachen” (‘berbicara’) tersebut didasari oleh intensitas penggunaan kata kerja yang dimaksud dalam percakapan sehari-hari. Memang, ada begitu banyak kata kerja pada tiap bahasa. Namun peneliti merasa tidaklah cukup waktu untuk membahasnya satu per satu. Dengan menguraikan empat kata kerja tersebut, peneliti mengharapkan bahwa proses morfologis dan produktifitas serta model pembentukan infleksi yang bertolak pada kala dalam suatu bahasa, dalam hal ini Bahasa Belanda, dapat terwakili. Pada akhirnya peneliti akan menarik kesimpulan atas paparan infleksi kata kerja yang menjadi fokus penelitian.

2. Landasan Teori

Beberapa teori digunakan oleh peneliti untuk mendukung penelitian ini. Katamba (1994:22) mengemukakan bahwa verba di dalam kalimat pada sebagian besar bahasa-bahasa di dunia mengalami proses morfologis yang kompleks dibanding kelas kata lain. Perubahan itu dikenal dengan infleksi dan derivasi. Yang pertama sangat berhubungan dengan pembentukan kata dikaitkan dengan aturan sintaksis. Perubahan tersebut disebabkan oleh proses afiksasi dan tidak mengubah kelas kata. Ketika perubahan itu mengubah kelas kata, maka perubahan itu disebut derivasi.
Alwi, dkk. (2003:13) menambahkan bahwa verba merupakan salah satu bentuk kelas kata yang dapat diidentifikasi dan dibedakan dari kelas kata lainnya dengan cara melihat ciri-cirinya, yang merupakan fungsi utama sebagai infinitif dan mempunyai makna perbuatan atau aksi.
Verba dari segi bentuk dapat dibedakan menjadi verba bebas yang dalam bentuk morfem dasar bebas disebut sebagai stem (pangkal) atau base (dasar) dan verba terikat dalam bentuk verba telah mengalami afiksasi, reduplikasi merupakan gabungan proses atau berupa paduan leksem. Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri. Sedangkan morfem yang tidak dapat berdiri sendiri disebut morfem terikat. Morfem ini selalu dirangkaikan dengan satu atau lebih morfem yang lain (Katamba, 1994:218).
Katamba (1994:221) menyatakan bahwa infleksi pada verba dapat berkaitan dengan aspek dan konjugasi. Pada intinya, aspek mengindikasikan apakah sebuah kejadian, pernyataan atau tindakan yang ditunjukkan dalam verba sudah selesai atau masih berlangsung. Kridalaksana (2008:93) menyebutkan infleksi sebagai unsur yang ditambahkan pada sebuah kata untuk menunjukkan suatu hubungan gramatikal misalnya s dalam boys menunjukkan infleksi plural, s dalam reads menunjukkan infleksi verba orang ketiga.

3. Metode Pemerolehan Data


Metode pemerolehan data dilakukan melalui studi pustaka dari berbagai sumber. Selanjutnya peneliti menganalisis, lalu menerapkan dalam contoh kalimat serta melakukan cross-check (cek silang) dengan penutur aktif Bahasa Belanda untuk memastikan keberterimaan atas bentuk konjugasi tersebut.

4. Kendala Penelitian


Peneliti sadar akan adanya keterbatasan waktu dalam melakukan penelitian ini. Intensitas temu peneliti dengan informan saat berkunjung ke Jakarta dan kontak via telepon serta via email cukup menguras isi kantong. Untuk diketahui, informan utama peneliti adalah seorang Profesor yang mengasuh mata kuliah Bahasa Belanda sewaktu peneliti menempuh pendidikan tingkat Sarjana. Intensitas temu dengan informan menjadi kendala utama dalam penelitian ini. Namun semua itu peneliti anggap sebagai sebuah tantangan yang memberi kesan dan kenikmatan tersendiri dalam melakukan penelitian.

5. Infleksi Verba Bahasa Belanda
Infleksi verba Bahasa Belanda lebih umum disebut konjugasi, dimana verba mengalami proses infleksi yang tergantung dari subyek dalam kalimat yang bernama subyek Strong Form (SF) dan Weak Form (WF). Yang pertama lebih pada penggunaan pronomina persona secara formal, dan berikutnya secara informal. Namun, tidak semua pronomina persona memiliki WF. Kata ganti untuk benda “het” tidak akan diuraikan lebih jauh karena contoh kalimat yang akan dipaparkan disini terkait dengan kata kerja, dimana konjugasi kata kerja untuk subyek “het” sama seperti konjugasi pada subyek hij, zij”.
Subyek pronomina selanjutnya akan disingkat dengan SF untuk Strong Form dan WF untuk Weak Form demi efisiensi penulisan.

Kata ganti persona dalam bahasa Belanda (Toorn, 1992:38; Renier, 1991:45; Vries, 1973: 27).
Subyek Pronomina Arti
SF WF
Ik ‘k ‘Saya’
Jij je ‘Kamu’
Hij ie ‘Dia (laki-laki)’
Zij ze ‘Dia (Perempan)’
het ‘t ‘Dia (Benda)’
Wij we ‘Kami’
Jullie ‘Kalian’
Zij ze ‘Mereka’
U Sg. and Pl*. ‘Anda’

Berikut bentuk konjugasi verba “gaan” yang disesuaikan dengan pronomina (pembacaan tabel vertikal) dan dengan penanda kala (pembacaan tabel horisontal).
Contoh konjugasi verba: “gaan” ‘pergi’
Subyek Kala Sekarang Kala Lampau Kala Lampau Imperfektif Kala Lampau Perfektif
SF WF
Ik ‘k ga ging ben gegaan was gegaan
Jij je gaat ging bent gegaan was gegaan
Hij ie gaat ging is gegaan was gegaan
Zij ze gaat ging is gegaan was gegaan
het ‘t gaat ging is gegaan was gegaan
Wij we gaan gingen zijn gegaan waren gegaan
Jullie gaan gingen zijn gegaan waren gegaan
Zij ze gaan gingen zijn gegaan waren gegaan
U Sg. and Pl*. gaat ging bent gegaan waren gegaan

Pada contoh berikut beberapa subyek pada bentuk lampau, kala lampau imperfektif, dan lampau perfektif tidak dibuat dalam kalimat dikarenakan bentuk infleksinya sama. Misalnya subyek Hij, Zij, het; Wij, Zij, Jullie; yang hanya dibuat salah satu subyek saja dalam aplikasi kalimat namun bisa mewakili bentuk infleksi masing masing.
Pada arti kalimat dalam bahasa Indonesia tidak lagi diuraikan satu per satu, karena peneliti hanya ingin menunjukkan bentuk infleksi yang terjadi jika dikaitkan dengan kala. Namun, sebelum dibuatkan dalam contoh kalimat, peneliti terlebih dahulu menguraikan tipe kala (oleh peneliti sengaja dicetak tebal sebagai pembeda kala) pada masing-masing contoh kalimat.
Berikut peneliti akan memberikan uraian singkat tentang pengertian dari kala. Kala sekarang mengacu pada aktivitas yang berlangsung saat ini yang dilakukan oleh subyek. Kala lampau merujuk pada aktivitas yang dilakukan oleh subyek pada masa lampau atau sudah selesai. Kala lampau imperfektif mengacu pada aktivitas yang dilakukan oleh subyek pada masa lampau dan masih ada hubungan waktu dengan sekarang atau dengan kata lain, aktivitas itu belum sepenuhnya selesai dilakukan. Sedangkan kala lampau imperfektif merujuk pada aktivitas yang dilakukan oleh subyek pada masa lampau dan sepenuhnya selesai.



Contoh dalam kalimat (kala sekarang):
Ik ga naar huis. ‘Saya pergi ke rumah’ (sekarang)
Jij gaat naar huis. ‘Kamu pergi ke rumah’ (sekarang)
Hij gaat naar huis. ‘Dia (laki-laki) pergi ke rumah’ (sekarang)
Zij gaat naar huis. ‘Dia (perempuan) pergi ke rumah’ (sekarang)
Wij gaan naar huis. ‘Kami pergi ke rumah’ (sekarang)
Jullie gaan naar huis. ‘Kami pergi ke rumah’ (sekarang)
Zij gaan naar huis. ‘Mereka pergi ke rumah’ (sekarang)

Contoh dalam kalimat (kala lampau):
Ik ging naar huis. ‘Saya pergi ke rumah’ (lampau)
Jij ging naar huis. ‘Kamu pergi ke rumah’ (lampau)
Zij ging naar huis. ‘Dia (perempuan) pergi ke rumah’ (lampau)
Zij gingen naar huis. ‘Mereka pergi ke rumah’ (lampau)

Contoh dalam kalimat (kala lampau imperfektif):
Ik ben gegaan naar huis. ‘Saya telah pergi ke rumah’ (imperfektif)
Jij bent gegaan naar huis. ‘Kamu telah pergi ke rumah’ (imperfektif)
Hij is gegaan naar huis. ‘Dia (laki-laki) telah pergi ke rumah’ (imperfektif)
Wij zijn gegaan naar huis. ‘Kami telah pergi ke rumah’ (imperfektif) 
Contoh dalam kalimat (kala lampau perfektif):
Ik was gegaan naar huis. ‘Saya telah pergi ke rumah’ (perfektif)
Jij was gegaan naar huis. ‘Kamu telah pergi ke rumah’ (perfektif)
Hij was gegaan naar huis. ‘Dia (laki-laki) telah pergi ke rumah’ (perfektif)
Wij waren gegaan naar huis. ‘Kami telah pergi ke rumah’ (perfektif)

Contoh konjugasi verba: “hebben” ‘mempunyai’
Subyek Kala Sekarang Kala Lampau Kala Lampau Imperfektif Kala Lampau Perfektif
SF WF
Ik ‘k heb had heb gehad had gehad
Jij je hebt had hebt gehad had gehad
Hij ie heeft had heeft gehad had gehad
Zij ze heeft had heeft gehad had gehad
het ‘t heeft had heeft gehad had gehad
Wij we hebben hadden hebben gehad hadden gehad
Jullie hebben hadden hebben gehad hadden gehad
Zij ze hebben hadden hebben gehad hadden gehad
U (Sg.) heeft had heeft gehad had gehad
U (Pl.) hebt had hebt gehad had gehad



Contoh dalam kalimat (kala sekarang):
Ik heb een auto. ‘Saya mempunyai satu mobil’.
Jij hebt een auto. ‘Kamu mempunyai satu mobil’.
Hij heeft een auto. ‘Dia (laki-laki) mempunyai satu mobil’.
Wij hebben een auto. ‘Kami mempunyai satu mobil’.

Contoh dalam kalimat (kala lampau):
Ik had een auto. ‘Saya mempunyai satu mobil’. (lampau)
Jij had een auto. ‘Kamu mempunyai satu mobil’. (lampau)
Hij had een auto. ‘Dia (laki-laki) mempunyai satu mobil’. (lampau)
Wij hadden een auto. ‘Kami mempunyai satu mobil’. (lampau)

Contoh dalam kalimat (kala lampau imperfektif):
Ik heb gehad een auto. ‘Saya telah mempunyai satu mobil’. (imperfektif)
Jij hebt gehad een auto. ‘Anda telah mempunyai satu mobil’. (imperfektif)
Hij heeft gehad een auto. ‘Dia (laki-laki) telah mempunyai satu mobil’. (imperfektif)
Wij hebben gehad een auto. ‘Kami telah mempunyai satu mobil’. (imperfektif)

Contoh dalam kalimat (kala lampau perfektif):
Hij had gehad een auto. ‘Dia (laki-laki) mempunyai satu mobil’. (perfektif)
Wij hadden gehad een auto. ‘Kami mempunyai satu mobil’. (perfektif)

Contoh konjugasi verba: “maken” ‘membuat’

Subyek
Kala Sekarang Kala Lampau Kala Lampau Imperfektif Kala Lampau Perfektif
SF WF
Ik ‘k maak maakte heb gemaakt had gemaakt
Jij je maakt maakte hebt gemaakt had gemaakt
Hij ie maakt maakte heeft gemaakt had gemaakt
Zij ze maakt maakte heeft gemaakt had gemaakt
het ‘t maakt maakte heeft gemaakt had gemaakt
Wij we maken maakten hebben gemaakt hadden gemaakt
Jullie maken maakten hebben gemaakt hadden gemaakt
Zij ze maken maakten hebben gemaakt hadden gemaakt
U (Sg.) maakt maakte heeft gemaakt had gemaakt
U (Pl.) maakt maakte hebt gemaakt had gemaakt

Contoh dalam kalimat (kala sekarang):
Ik maak een kopje koffie. ‘Saya membuat secangkir kopi’.
Jij maakt een kopje koffie. ‘Anda membuat secangkir kopi’.
Zij maakt een kopje koffie. ‘Dia (perempuan) membuat secangkir kopi’.
Zij maaken een kopje koffie. ‘Mereka membuat secangkir kopi’.

Contoh dalam kalimat (kala lampau):
Ik maakte een kopje koffie. ‘Saya membuat secangkir kopi’. (lampau)
Jij maakte een kopje koffie. ‘Anda membuat secangkir kopi’. (lampau)
Hij maakte een kopje koffie. ‘Dia (laki-laki) membuat secangkir kopi’. (lampau)
Zij maakten een kopje koffie. ‘Mereka membuat secangkir kopi’. (lampau)

Contoh dalam kalimat (kala lampau imperfektif):
Ik heb gemaakt een kopje koffie. ‘Saya telah membuat secangkir kopi’.
(imperfektif)
Jij hebt gemaakt een kopje koffie. ‘Anda telah membuat secangkir kopi’.
(imperfektif)
Zij heeft gemaakt een kopje koffie. ‘Dia (perempuan) telah membuat secangkir
kopi’. (imperfektif)
Zij hebben gemaakt een kopje koffie. ‘Mereka telah membuat secangkir kopi’.
(imperfektif)
Contoh dalam kalimat (kala lampau perfektif):
Ik had gemaakt een kopje koffie. ‘Saya telah membuat secangkir kopi’. (perfektif)
Jij had gemaakt een kopje koffie. ‘Anda telah membuat secangkir kopi’. (perfektif)
Zij had gemaakt een kopje koffie. ‘Dia (perempuan) telah membuat secangkir
kopi’. (perfektif)
Zij hadden gemaakt een kopje koffie. ‘Mereka telah membuat secangkir kopi’.
(perfektif)

Contoh konjugasi verba “sprachen” ‘berbicara’:
Subyek Kala Sekarang Kala Lampau Kala Lampau Imperfektif Kala Lampau Perfektif
SF WF
Ik ‘k sprach sprachte heb gespracht had gespracht
Jij je spracht sprachte hebt gespracht had gespracht
Hij ie spracht sprachte heeft gespracht had gespracht
Zij ze spracht sprachte heeft gespracht had gespracht
het ‘t spracht sprachte heeft gespracht had gespracht
Wij we sprachen sprachten hebben gespracht hadden gespracht
Jullie sprachen sprachten hebben gespracht hadden gespracht
Zij ze sprachen sprachten hebben gespracht hadden gespracht
U Sg. and Pl. spracht sprachte hebt gespracht had gespracht

Contoh dalam kalimat (kala sekarang):
Ik sprach Nederlands. ‘Saya berbicara bahasa Belanda’
Jij spracht Nederlands. ‘Anda berbicara bahasa Belanda’
Zij sprachen Nederlands. ‘Mereka berbicara bahasa Belanda’

Contoh dalam kalimat (kala lampau):
Ik sprachte Nederlands. ‘Saya berbicara bahasa Belanda’ (lampau)
Hij sprachte Nederlands. ‘Dia (laki-laki) berbicara bahasa Belanda’ (lampau)
Zij sprachten Nederlands. ‘Mereka berbicara bahasa Belanda’ (lampau)

Contoh dalam kalimat (kala lampau imperfektif):
Ik heb gespracht Nederlands. ‘Saya telah berbicara bahasa Belanda’ (imperfektif)
Jij hebt gespracht Nederlands. ‘Anda telah berbicara bahasa Belanda’ (imperfektif)
Hij heeft gespracht Nederlands. ‘Dia (laki-laki) telah berbicara bahasa Belanda’
(imperfektif)
Jullie hebben gespracht Nederlands. ‘Kalian telah berbicara bahasa Belanda’
(imperfektif)
Contoh dalam kalimat (kala lampau perfektif):
Ik had gespracht Nederlands. ‘Saya telah berbicara bahasa Belanda’ (perfektif)
Wij hadden gespracht Nederlands. ‘Kami telah berbicara bahasa Belanda’ (perfektif)

6.1 Analisis Data Infleksi Verba “gaan”

6.1.1 Analisis Data Infleksi Kala Sekarang “gaan”
Subyek Pronomina Verba
Kala Sekarang Bentuk Infleksi
SF WF
Ik ‘k ga [stem]
Jij je gaat [stem]*+t
Hij ie gaat [stem]+t
Zij ze gaat [stem]+t
het ‘t gaat [stem]+t
Wij we gaan [infinitif]
Jullie gaan [infinitif]
Zij ze gaan [infinitif]
U Sg. and Pl. gaat [stem]+t

* Stem verba yang berakhir dengan vokal panjang (suku kata terbuka) mengalami infleksi dengan terlebih dahulu menggandakan vokalnya.

6.1.2 Analisis Data Infleksi Lampau “gaan”

Subyek Pronomina Verba Kala Lampau Bentuk Infleksi
SF WF
Ik ‘k ging [stem]
Jij je ging [stem]
Hij ie ging [stem]
Zij ze ging [stem]
het ‘t ging [stem]
Wij we gingen [infinitif]
Jullie gingen [infinitif]
Zij ze gingen [infinitif]
U Sg. and Pl. ging [stem]

Dari uraian di atas, hanya ada dua bentukan infleksi verba “gaan” pada bentuk lampau, yaitu bentuk stem lampau ging dan infinitif lampau gingen.


6.1.3 Analisis Data Infleksi Kala Lampau Imperfektif “gaan”

Subyek Pronomina Verba Kala Lampau Imperfektif Bentuk Infleksi*
SF WF
Ik ‘k ben gegaan ben ge+[stem]
Jij je bent gegaan bent ge+[stem]
Hij ie is gegaan is ge+[stem]
Zij ze is gegaan is ge+[stem]
het ‘t is gegaan is ge+[stem]
Wij we zijn gegaan zijn ge+[stem]
Jullie zijn gegaan zijn ge+[stem]
Zij ze zijn gegaan zijn ge+[stem]
U Sg. and Pl. bent gegaan bent ge+[stem]

Bentuk infleksi menggunakan verba kala sekarang “zijn” (kata kerja bantu) dan mengikuti kaidah konjugasi “zijn” lalu diikuti konjugasi bentuk infleksi verba kala lampau imperfektif yang ditandai dengan awalan ge- lalu diikuti bentuk infinitif kala sekarang “gaan”.

6.1.4 Analisis Data Infleksi Kala Lampau Perfektif “gaan”

Subyek Pronomina Verba Kala Lampau Perfektif Bentuk Infleksi
SF WF
Ik ‘k was gegaan was ge+[stem]
Jij je was gegaan was ge+[stem]
Hij ie was gegaan was ge+[stem]
Zij ze was gegaan was ge+[stem]
het ‘t was gegaan was ge+[stem]
Wij we waren gegaan waren ge+[stem]
Jullie waren gegaan waren ge+[stem]
Zij ze waren gegaan waren ge+[stem]
U Sg. and Pl. was gegaan was ge+[stem]

Bentuk infleksi menggunakan verba lampau “zijn” (kata kerja bantu), yaitu “was” dan mengikuti kaidah konjugasi “was” lalu diikuti konjugasi verba kala lampau perfektif “gegaan”.

6.2 Analisis Data Infleksi “hebben”

6.2.1 Analisis Data Infleksi Kala Sekarang “hebben”

Subyek Pronomina Verba
Kala Sekarang Bentuk Infleksi
SF WF
Ik ‘k heb [stem]
Jij je hebt [stem]+t
Hij ie heeft [stem]+ø+t
Zij ze heeft [stem]+ø+t
het ‘t heeft [stem]+ø+t
Wij we hebben [infinitive]
Jullie hebben [infinitive]
Zij ze hebben [infinitive]
U Sg. and Pl. heeft [stem]+ø+t

Dari uraian di atas, ada tiga bentukan infleksi verba “hebben” pada bentuk sekarang, yaitu bentuk stem, stem+t, dan stem+ ø+t.

6.2.2 Analisis Data Infleksi Kala Lampau “hebben”

Subyek Pronomina Verba Kala Lampau Bentuk Infleksi
SF WF
Ik ‘k had [stem]
Jij je had [stem]
Hij ie had [stem]
Zij ze had [stem]
het ‘t had [stem]
Wij we hadden [stem]+*den
Jullie hadden [stem]+den
Zij ze hadden [stem]+den
U Sg. and Pl. had [stem]

Untuk stem verba lampau yang merupakan suku kata tertutup dan berakhir dengan bunyi [d], maka pada subyek Wij, Jullie, dan Zij (jamak) konsonannya digandakan, lalu diikuti bentuk infleksinya.

6.2.3 Analisis Data Infleksi Kala Sekarang Perfektif “hebben”

Subyek Pronomina Verba Kala Lampau Perfektif Bentuk Infleksi*
SF WF
Ik ‘k heb gehad [stem] +gehad
Jij je hebt gehad [stem]+t +gehad
Hij ie heeft gehad [stem]+ø+t +gehad
Zij ze heeft gehad [stem]+ø+t +gehad
het ‘t heeft gehad [stem]+ø+t +gehad
Wij we hebben gehad [infinitive] +gehad
Jullie hebben gehad [infinitive] +gehad
Zij ze hebben gehad [infinitive] +gehad
U Sg. and Pl. heeft gehad [stem]+ø+t +gehad

Bentuk infleksi menggunakan verba kala sekarang “hebben” (kata kerja bantu) dan mengikuti kaidah konjugasi “hebben” lalu diikuti konjugasi bentuk infleksi verba kala lampau perfektif. Perfektif ditandai dengan pembubuhan awalan ge- diikuti “had” sebagai stem bentuk lampau dari “hebben” sebagai bentuk kala sekarang.

6.2.4 Analisis Data Infleksi Lampau Perfektif “hebben”

Subyek Pronomina Verba Lampau Perfektif Bentuk Infleksi
SF WF
Ik ‘k had gehad [stem] +gehad
Jij je had gehad [stem] +gehad
Hij ie had gehad [stem] +gehad
Zij ze had gehad [stem] +gehad
het ‘t had gehad [stem] +gehad
Wij we hadden gehad [stem] +den+gehad
Jullie hadden gehad [stem] +den+gehad
Zij ze hadden gehad [stem]+den +gehad
U Sg. and Pl. had gehad [stem] +gehad

Bentuk infleksi menggunakan verba kala sekarang “hebben” (sebagai kata kerja bantu) dan mengikuti kaidah konjugasi “had” sebagai penanda lampau lalu diikuti konjugasi bentuk infleksi verba lampau perfektif. Perfektif ditandai dengan pembubuhan awalan ge- diikuti “had”.

6.3 Analisis Data Infleksi “maken”
6.3.1 Analisis Data Infleksi Kala Sekarang “maken”

Subyek Pronomina Verba Kala Sekarang Bentuk Infleksi
SF WF
Ik ‘k maak [stem]
Jij je maakt [stem]+t
Hij ie maakt [stem]+t
Zij ze maakt [stem]+t
het ‘t maakt [stem]+t
Wij we maken infinitif
Jullie maken infinitif
Zij ze maken infinitif
U Sg. and Pl. maakt [stem]+t

Dari uraian di atas, verba “maken” mengalami tiga bentuk infleksi, yaitu stem, stem + /t/, dan infinitif.

6.3.2 Analisis Data Infleksi Kala Lampau “maken”

Subyek Pronomina Verba Kala Lampau Bentuk Infleksi
SF WF
Ik ‘k maakte [stem]+te
Jij je maakte [stem]+te
Hij ie maakte [stem]+te
Zij ze maakte [stem]+te
het ‘t maakte [stem]+te
Wij we maakten [stem]+ten
Jullie maakten [stem]+ten
Zij ze maakten [stem]+ten
U Sg. and Pl. maakte [stem]+te

Dari uraian diatas, ada dua bentuk infleksi verba lampau “maakte” untuk subyek tunggal dan “maakten” untuk subyek jamak.

6.3.3 Analisis Data Infleksi Kala Lampau Perfektif “maken”

Subyek Pronomina Verba Kala Lampau Perfektif Bentuk Infleksi*
SF WF
Ik ‘k heb gemaakt [stem] +gemaakt
Jij je hebt gemaakt [stem]+t + gemaakt
Hij ie heeft gemaakt [stem]+ø+t + gemaakt
Zij ze heeft gemaakt [stem]+ø+t + gemaakt
het ‘t heeft gemaakt [stem]+ø+t + gemaakt
Wij we hebben gemaakt [infinitive] + gemaakt
Jullie hebben gemaakt [infinitive] + gemaakt
Zij ze hebben gemaakt [infinitive] + gemaakt
U Sg. and Pl. heeft gemaakt [stem]+ø+t + gemaakt

Bentuk infleksi menggunakan verba kala sekarang “hebben” (kata kerja bantu) dan mengikuti kaidah konjugasi “hebben” lalu diikuti konjugasi bentuk infleksi verba kala lampau perfektif “gemaakt”.

6.3.4 Analisis Data Infleksi Kala Lampau Perfektif “maken”

Subyek Pronomina Verba Kala Lampau Perfektif Bentuk Infleksi
SF WF
Ik ‘k had gemaakt [stem] +gemaakt
Jij je had gemaakt [stem] +gemaakt
Hij ie had gemaakt [stem] +gemaakt
Zij ze had gemaakt [stem] +gemaakt
het ‘t had gemaakt [stem] +gemaakt
Wij we hadden gemaakt [stem]+den +gemaakt
Jullie hadden gemaakt [stem]+den +gemaakt
Zij ze hadden gemaakt [stem] +den+gemaakt
U Sg. and Pl. had gemaakt [stem] +gemaakt

Bentuk infleksi menggunakan verba lampau “had” (kata kerja bantu) dan mengikuti kaidah konjugasinya lalu diikuti konjugasi bentuk verba lampau perfektif “gemaakt”. Jadi hanya kata kerja bentuk lampaunya yang mengalami infleksi “had” untuk subyek selain jamak dan “hadden” untuk subyek jamak .


6.4 Analisis Data Infleksi “sprachen”

6.4.1 Analisis Data Infleksi Kala Sekarang “sprachen”
Subyek Pronomina Verba Kala Sekarang Bentuk Infleksi
SF WF
Ik ‘k sprach [stem]
Jij je spracht [stem]+t
Hij ie spracht [stem]+t
Zij ze spracht [stem]+t
het ‘t spracht [stem]+t
Wij we sprachen [infinitif]
Jullie sprachen [infinitif]
Zij ze sprachen [infinitif]
U Sg. and Pl. spracht [stem]+t


Untuk verba “sprachen” mengalami tiga bentukan infleksi yaitu stem, stem + /t/, dan bentuk infinitif.

6.4.2 Analisis Data Infleksi Kala Lampau “sprachen”

Subyek Pronomina Verba Kala Lampau Bentuk Infleksi
SF WF
Ik ‘k sprachte [stem]+te
Jij je sprachte [stem]+te
Hij ie sprachte [stem]+te
Zij ze sprachte [stem]+te
het ‘t sprachte [stem]+te
Wij we sprachten [stem]+ten
Jullie sprachten [stem]+ten
Zij ze sprachten [stem]+ten
U Sg. and Pl. sprachte [stem]+t

Terdapat dua bentuk infleksi “sprachte” untuk subyek tunggal dan “sprachten” untuk subyek jamak dari uraian di atas.

6.4.3 Analisis Data Infleksi Kala Lampau Perfektif “sprachen”

Subyek Pronomina Verba Kala Lampau Perfektif Bentuk Infleksi*
SF WF
Ik ‘k heb gespracht [stem] + gespracht
Jij je hebt gespracht [stem]+t + gespracht
Hij ie heeft gespracht [stem]+ø+t + gespracht
Zij ze heeft gespracht [stem]+ø+t + gespracht
het ‘t heeft gespracht [stem]+ø+t + gespracht
Wij we hebben gespracht [infinitive] + gespracht
Jullie hebben gespracht [infinitive] + gespracht
Zij ze hebben gespracht [infinitive] + gespracht
U Sg. and Pl. hebt gespracht [stem]+ø+t + gespracht

Bentuk infleksi menggunakan verba kala sekarang “hebben” (kata kerja bantu) dan mengikuti kaidah konjugasinya disesuaikan dengan subyek lalu diikuti bentuk verba kala lampau perfektif “gespracht”.

6.4.4 Analisis Data Infleksi Kala Lampau Perfektif “sprachen”

Subyek Pronomina Verba Lampau Perfektif Bentuk Infleksi
SF WF
Ik ‘k had gespracht [stem] + gespracht
Jij je had gespracht [stem] + gespracht
Hij ie had gespracht [stem] + gespracht
Zij ze had gespracht [stem] + gespracht
het ‘t had gespracht [stem] + gespracht
Wij we hadden gespracht [stem]+den + gespracht
Jullie hadden gespracht [stem]+den + gespracht
Zij ze hadden gespracht [stem] +den+ gespracht
U Sg. and Pl. had gespracht [stem] + gespracht

Bentuk infleksi verba lampau “had” (kata kerja bantu) untuk subyek tunggal dan “hadden” untuk subyek jamak lalu diikuti bentuk verba kala lampau perfektif “gespracht”.

KESIMPULAN


Proses morfemis terjadi dalam Bahasa Belanda, khususnya infleksi verba. Produktifitas pembentukan infleksi terlihat jelas dan memiliki pola-pola terstruktur.
Setelah dilakukan penelitian berskala kecil ini, didapati bahwa produktifitas dalam hal infleksi verba bahasa Belanda mengalami perubahan tertentu. Fokus penelitian adalah tentang infleksi verba Bahasa Belanda yang mencakup empat kata kerja “gaan” (‘pergi’), “hebben” (‘mempunyai)’, “maken” (‘membuat), dan “sprachen” (‘berbicara’).
Dari uraian pada bagian terdahulu dalam penelitian ini, bentuk infleksi verba Bahasa Belanda dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Proses morfologis terkait infleksi tidak merubah kelas kata.
2. Kata kerja “gaan”, “hebben”, “maken”, dan “sprachen” pada bentuk kala sekarang mengalami infleksi mengikuti subyek; dan secara berurutan memiliki bentuk lampau “ging”, “had”, “maakte”, dan “sprachte”
3. Pada bentuk perfektif, verba infinitif “gaan” baik kala sekarang maupun kala lampau, ada proses perfektum “gegaan” yang berlaku untuk semua subyek baik tunggal maupun jamak setelah terlebih dahulu mengalami infleksi. Tetapi infleksinya bukan pada bentuk perfektum, melainkan sebelum perfektum “gegaan”, ada infleksi verba “zijn” dengan konjugasi yang disesuaikan dengan subyek dan bentuk kala sekarang atau kala lampau.
4. Pada bentuk perfektum, verba infinitif “hebben” baik kala sekarang maupun kala lampau, ada proses perfektif “gehad” dan berlaku sama untuk semua subyek baik tunggal maupun jamak setelah terlebih dahulu mengalami infleksi. Tetapi infleksinya bukan pada bentuk perfektum, melainkan sebelum perfektum “gehad” dimana terdapat infleksi verba “hebben” dengan konjugasi sesuai subyek dan kala sekarang atau kala lampau.
5. Pada bentuk perfektum, verba infinitif “maken” baik kala sekarang maupun kala lampau, ada proses perfektif “gemaakt” yang berlaku sama untuk semua subyek, baik tunggal maupun jamak setelah terlebih dahulu mengalami infleksi. Tetapi infleksinya bukan pada bentuk perfektum, melainkan sebelum perfektum “gemaakt” dimana terdapat infleksi verba “hebben” dengan konjugasi disesuaikan dengan subyek dan kala sekarang atau kala lampau.
6. Pada bentuk perfektum, verba infinitif “sprachen” baik kala sekarang maupun kala lampau, ada proses perfektif “gespracht” yang berlaku sama untuk semua subyek baik tunggal maupun jamak dengan terlebih dahulu mengalami infleksi. Tetapi infleksinya bukan pada bentuk perfektum, melainkan sebelum perfektum “gespracht” dimana terdapat infleksi verba “hebben” dengan konjugasi sesuai subyek dan kala sekarang atau kala lampau.

Dari simpulan diatas, dapat dipahami bahwa infleksi verba Bahasa Belanda sangat produktif terutama pada verba “zijn” dan “hebben” dalam proses pembentukan perfektif. Pada perfektum, pemahaman pola infleksi dua verba tersebut mutlak dipahami.
Banyak hal yang perlu diketahui mengenai unsur bahasa. Apa yang diteliti disini hanyalah sebagian kecil dari tataran morfologi dan terbatas pada verba “gaan” (‘pergi’), “hebben” (‘mempunyai)’, “maken” (‘membuat), dan “sprachen” (‘berbicara’). Penelitian lanjutan dirasakan perlu, baik berskala kecil maupun besar pada tataran sama atau berbeda.



DAFTAR PUSTAKA


Hasan, Alwi., dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (edisi ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.

Katamba, Francis. 1994. Modern Linguistics: Morphology. London: The Macmillan Press Ltd.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik (edisi keempat). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Renier, Fernand G. 1991. Colloquial Dutch. Routledge & Kegan Paul plc: London.

Toorn, N. van den. – Danner. 1992. Belajar Bahasa Belanda: Kursus Dasar. PT. Intermasa: Jakarta.

Vries, J.W. De. dan Legiman. 1973. Pelajaran Bahasa Belanda. Cetakan ke-3. Uitgeverij W. Van Hoeve B.V.: Den Haag.

Wely, van Prick. dan Haering. 1964. Engels: Kramer’s Woordenboek. Zevenentwintigste Druk. Den Haag.

1 komentar: