Selasa, 13 Juli 2010

Penerapan Teori Comrie, Vendler dan Osten Dahl dalam Pengajaran Bahasa

JAWABAN UAS SINTAKSIS

Oleh

Juniato Sidauruk
NPM 0906655282


Pascasarjana Ilmu Linguistik
FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK, MEI 2010

Terapkan teori Comrie, Vendler, Osten Dahl yang Sdr. pelajari di mata kuliah Sintaksis ini ketika mengajar mahasiswa/murid Sdr. Jelaskan pula perbedaannya dengan apa yang Sdr ajarkan selama ini.

Teori Comrie, Vendler dan Östen Dahl yang telah saya pelajari lewat perkuliahan Sintaksis jika dihubungkan dengan pengajaran selama ini dapat disimpulkan sebagai berikut.

Comrie, Vendler dan Dahl ketiganya menaruh perhatian yang mendalam tentang aktionsart. Comrie lebih menekankan pada Aspect dan Tense. Vendler lebih berfokus pada State, Activity, Accomplishment, Achievement. Dahl memberikan perhatiannya pada aspek perfektum dan imperfektum yaitu telik dan atelik.
Pada intinya, ketiga pakar tersebut mencoba memberi uraian menyeluruh tentang aplikasi aktionsart. Jika Comrie menyatakan bahwa suatu peristiwa bahasa khususnya lewat penggunaan verba kemudian akan dapat ditelusuri apakah peristiwa bahasa (state of affairs) tersebut terkait dengan aspek atau kala. Beliau memberikan tiga bagan terkait Time and Language yang ketiga bagan tersebut memiliki sebuah endpoint. Vendler mencoba mengurai aktionsart atas empat hal yakni state (keadaan atau kondisi), activity (kegiatan atau aktifitas), accomplishment (penyelesaian) dan achievement (pencapaian). Vendler melihat suatu verba juga dari sudut endpoint (titik acuan) sehingga dapat ditentukan suatu verba terjadi pada kala lampau atau kala sekarang. Dahl merinci aspek perfektum (telik) dan imperfektum (atelik).
Manfaat mempelajari teori dari ketiga pakar ini dalam pengajaran yang saya laksanakan sangatlah terasa. Jika pada pengajaran sebelumnya pembahasan mengenai aspek dan kala ini lebih berfokus pada penanda waktu saja (penanda waktu lampau misalnya ‘ago’, sekarang ‘now’, dan akan terjadi ‘will’) dan konjugasi (perubahan) verba misalnya verba ‘eat’ (makan) pada waktu sekarang menjadi ‘ate’ (‘makan’) yang merujuk pada waktu lampau.
Setelah mempelajari dan mencoba memahami pendapat dari Comrie, Vendler dan Östen Dahl maka secara tidak disadari berpengaruh dalam pengajaran bahasa khususnya bahasan tentang aspek dan kala. Bagan yang dicontohkan Comrie dapat diterapkan dan ditunjukkan kepada peserta didik suatu cara yang lebih mudah untuk memahami aspek dan kala. Dengan berpatokan pada endpoint (titik acuan) yang digambarkan dalam bentuk timeline (garis waktu), peserta didik dapat lebih mudah memahami bahasan terkait hal ini. Lalu ditambahkan dengan pemikiran dari Vendler tentang empat hal dalam aktionsart semakin mempermudah peserta didik untuk menangkap perbedaan antara aspek dan kala. Perfektum dan imperfektum dari Östen Dahl juga memainkan peranannya terlebih lagi saya mencoba menerangkan akan keterkaitan fokus dari bahasan dari ketiga pakar ini. Hal yang paling membahagiakan seorang pengajar adalah jika peserta didiknya dapat dengan lebih mudah memahami materi ajar. Banyak tanggapan positif dan salutasi dari peserta didik atas penerapan teori dari ketiga pakar tersebut. Demikianlah terjadi suatu perbedaan yang cukup hakiki dalam pengajaran terkait aspek dan kala yang tadinya membosankan bagi peserta didik, berganti menjadi menantang dan menarik sehingga lebih mudah memahaminya.

(Mohon tidak mengutip sebagian maupun keseluruhan isi tulisan ini tanpa seijin penulis)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar