Selasa, 13 Juli 2010

KOMPREHENSI FONOLOGI (aneka sumber)


Berikut ini adalah CATATAN SEPUTAR FONOLOGI yang saya coba sarikan dengan memahami ulasan dari aneka sumber. Sifatnya tulisan ini lebih pada wujud ringkasan dan pemahaman.

(Jika ada yang mau mengutip sebagian atau keseluruhan dari tulisan ini silahkan saja tetapi hargailah usaha saya dengan membubuhkan sumber kutipannya).

Sumber: F de Saussure PLU. 1988: 109 – 142

Fokus bahasan ttg bunyi itu sifatnya mutlak dgn memperhatikan segi akustisnya. Bukan hanya pada artikulasi saja krn bunyi tersebut yg sampai pada sisi artikulasi tidak berarti tanpa kemampuan akustik yg baik. Yg terjadi adalah kemampuan R menerima bunyi dan menghubungkannya dg bunyi/fonem lainnya dan ditranslasi ke dalam kata sehingga ada pesan/konten dari hasil gabungan fonem tsb.

Misal: Melalui telinga lalu kita pahami apa sebenarnya fonem b, t, dll.

Jadi, bunyi2 tutur dpt dibatasi hanya atas dasar kesan akustisnya; rangkaian akustis tidak dpt dibagi dalam tempo yg teratur, tetapi dlm tempo yg homogen –berciri satuan kesan; dan inilah titik tolak wajar bg kajian fonologis.

Fonem à kumpulan kesan2 akustis dan gerakan artikulasi dari satuan yg terdengar dan satuan yg dituturkan; yg satu menentukan yg lain shgg fonem sudah mrpkn stuan kompleks yg satu kakinya berada di dlm setiap rangkaian.

Klas bunyi bdsr Artikulasi Mulut

Disumpulkan tjd PEMBUKAAN / EKSPLOSIF / LETUPAN dan PENUTUPAN/IMPLOSIF / HIRUPAN dilihat atas 3 – labial; dental; Gutural.

Perlu Mengkaji bunyi2 dlm pertuturan

Dalam langue, tdp serangkaian bunyi pertuturan; bukan hanya bunyi.

Catatan: Sembarang fonem dpt berupa implosif maupun eksplosif; tetapi BENAR bhw pembukaan mempengaruhi hirupan dan letupan, dalam arti bhw perbedaan antara kedua gerakan tsb akan sgt berkurang kejelasannya apabila pembukaan bunyi lebih besar.

Misal: appa p1 > (penutupan) implosive = hirupan

p2 < (pembukaan) eksplosif = letupan

aplikasi: appa apta atpa

Kombinasi Hirupan dan Letupan

1. Eksplosif – Implosif < > krta dlm Sanskerta

2. Implosif – Eksplosif > < im dlm haima (Yunani); jg sp

3. Rangkaian Eksplosif < < prix (bukan sebaliknya rpix)

4. Rangkaian Hirupan > >(Koreksi pemahaman hal.132=tertulis LETUPAN)

Misal: partikulyerma < > > < > <>

Bila rangkaian bunyi TERJADI perpindahan hirupan > ke letupan <, maka ada dampaknya yaitu BATAS SUKU KATA misalnya ik particulierement.

Misal lain: dampak vokalis ßà puncak vokalis. satuannya à SONAN

Part < > rt

Simpulan:

- Sonan selalu implosive

- Konsonan kdg2 implosif = boi > dlm “boy”; dan eksplosif y > dlm Prancis pye < < > tertulis “pied”.

- e o a selalu sonan, Mengapa? Krn Pembukaan lebih besar dr bunyi2 lain; n mrk selalu berada di awal rangkaian implosive

- namun, letupan dgn pembukaan minimal selalu konsonan

(tujuh kategori bunyi 0, 1, 2,3,4,5,6 dari pembukaan minimum ke maksimum)

Diftong

Hanyalah suatu kasus khusus dr rangkaian implosive dri dua fonem yg fonem keduanya relative lebih terbuka.

Ciri khasnya sbenarnya TIDAK ADA ARTINYA/tidak penting; krn yg penting bukan menetapkan akhir dari sonan tetapi AWAL SONAN.

Sumber: Linguistik Umum, Abdul Chaer, 2007: 100-124

Dasar Pikiran:

i dan p dalam intan, angin, batik; pace, space, map: bunyinya tidak sama. Ketidaksamaan itu mjd OBJEK/SASARAN studi fonetik.

Dlm Kajiannya, fonetik berusaha mendeskripsikan perbedaan bunyi2 itu serta menjelaskan sebab2nya;

SEDANGKAN p dan b dalam paru dan baru mjd sasaran studi fonemik = fonologi; sebab perbedaan bunyi p dan b tsb menyebabkan berbeda MAKNA.

Simpulan:

1. FONETIK ttg bunyi bhs tanpa memperhatikan apakah bunyi2 tsb berfungsi sbg pembeda makna atau tidak.

2. FONEMIK/FONOLOGI, sebaliknya belajar ttg bunyi bhs dgn memperhatikan fungsi bunyi tsb sbg pembeda makna/distinctive

Jadi letaknya pd fokus perhatian.

FONETIK AUDITORIS: ttg bgmn mekanisme penerimaan bunyi bhs itu oleh telinga (neurologis)

FONETIK ARTIKULATORIS/ORGANIS/ FISIOLOGIS ttg bgmn mekanisme alat2 bicara mc bekerja dlm menghslkan bunyi bhs; serta bgmn bunyi2 itu diklasifikasikan. (linguistic)

FONETIK AKUSTIK mencari tahu ttg: bunyi bhs sbg peristiwa fisis/alam; perlu diselidiki FREKUENSI GETARAN, AMPLITUDO, INTENSITAS, TIMBRE. (fisika)

Catatan: TIMBRE (effects arise from altering the quality of the voice ) –masuk pd paralinguistic features selain stress, intonation, tempo and rhythm - which collectively are known as prosodic features

Cth TIMBRE (VOICE QUALITY) pd film TELETUBBIES

Pemikiran:

Arus ujaran mrpkn runtunan bunyi; ada yg dpt disegmentasi à segmental; ada yg tdk à suprasegmental yaitu ttg keras lembut bunyi; panjang pendek; jeda bunyi.

Unsur Prosodinya;

1. Stress/Tekanan (keras à bukaan lebar dan kuat), vv.

2. Pitch/Nada (frekuensi getar tinggi à nada tinggi), vv. [ ̒ ̄ ̀ ̌ ̂ ]

3. Jeda/sendi (+)

Source: Web

Investigasi pd SETIAP fonem sbg segment speech à segmental.

Investigasi pd segment speech yg lbh besar (words, phrase, cl, st.) à suprasegmental.

Ada 2 fenomena suprasegmental: word stress (1st,2nd,unstressed) dan Intonasi (frekuensi vibrasi vocal folds à effeknya attitudinal; signal intonation contour)

Misal: Declarative vs Interrogative St.


(to be continued with different discussion)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar