Selasa, 13 Juli 2010

Wacana 2

Tulisan ini merupakan komprehensi atas beberapa bacaan sumber, maaf tidak untuk dikutip.....


WACANA
Sumber: Abdul Chaer. 2007. Linguistik Umum. p.265-275

Kalimat sbg unsur pmbtk wacana; Wacana itu apa, ciri2, wujud, proses pbtknya.
Satuan bhs yg LENGKAP (ada konsep, gagasan, pikiran, ide utuh  bs dipahami pembaca (W.tulis) atau pendengar (W.lisan) tanpa ada keraguan.
Ide utuh ciri2nya KOHESI (syarat gramatikal), dan KOHERENSI (syarat semantic).
Wujudnya bs kata, kalimat..yg pasti punya makna utuh.
Alat gramatikalnya: konjungsi, kata ganti, ellipsis.
Alat semantisnya: hub.pertentangan, generic—spesifik, perbandingan isi, sebab—akibat, hub. tujuan.
Jenis wacana selain w.tulis dan w.lisan; juga w.prosa (uraian  naratif, ekspositif, argumentative, persuasive) dan w.puisi.

WACANA
Sumber: Okke K & Ayu B. 2009. Telaah Wacana. p.11-180.

Okke memprbedakan Wacana dan Teks.
Wacana pasti Teks, n tidak semua teks adalah wacana, focus pada situasi komunikasinya. Teks hrs dipandang sbg satuan makna (jd satuan semantic) dlm konteks (ada acuan), bukan bentuk.

Kapan Teks sbg Wacana?
Jika ada 7 ciri tekstualitas:
1. Koherensi/Utuh (bd. Abdul Chaer)
2. Kohesi/Padu (lbh pd padu gramatikal)
3. Maksud/Intentionality (bd. Prinsip/Tujuan bKomunikasi dr Grice)
4. Acceptability/Terima
5. Informativity
6. Situationality/Situasi ujar
7. Intertextuality (lbh pd knowledge)
Bgmn acuan wacana?
1. Acuan Tekstual /ada di dalam teks
2. Acuan Situasional/ tdk dlm teks, tetapi pd situasi komunikasi (konteks)
Teks jg memiliki acuan: teks fiksi/abstract dan non-fiksi/nyata.
Jd letak perbedaannya: informasi itu TIDAK / DAPAT ditelusuri?


Edward T Hall dlm The Hidden Dimension “The Dies of Life” brpendapat: apa yg diucapkn org belum tntu apa yg dimaksud.

Perbedaan antara Wacana n Semiotik
Wacana  Bhs = sbg sisi metodologi yg digunakn dlm teori2 linguistik. (cf. teori structural; teori pragmatis  Saussure sbg “Dimensi”
Semiotic  tanda
Persamaannya pada Makna (sama= bahas ttg makna)

Misi Kajian:
I. A: Nanti ya
B: Ok …. (cth dialog)
Kajian: Trdpt ada “shared context = micro context” yg dipahami bersama
II. Ambil 3 siung bawang putih…..
Kajian: ada struktur tertentu dsbut “suprastruktur” mis. Pakem (aturan tidak tertulis) = software. Cth. wayang
III. Cerita wayang. Mis: wayang gatotkaca terbang
Kajian: impossible (siap menerima keanehan) ceritanya / science fiction tapi kita tetap mau dibohongin krn kita sdh berada dlm “the universe of discourse”aspek kebudayaannya paling besar.

Jd konteks (=tanda) itu bs diliht brdsarkan situasi penggunaannya.
Contoh extra: di Amerika dn eropa
Amerika  byk rambu lalin berupa bahasa, bukan tanda universal.

Wacana: Cth Dialog
I. Amat: Mau kemana nih?
Amin: Biasa
Cth Kebudayaan dmn framenya is persahabatan
II. Udin: Mau kemana nih
Rus: Mau mancing
Udin: oh kirain mau mancing
Rus: udah dibayar
Cth Kekacauan komunikasi
III. Pak RT: ini anak2 perlu makanan, minum Pak Kaya.
Pak Kaya: Oya..beres.
Cth : meminta scr tdk langsung

Pemikiran:
Teks sbg bagian dr DISCOURSE, yg di dlmnya ada the universe of discourse.
Jan Renkema, 2004: discourse studies is the description devoted to the investigation of the relationship between FORM and FUNCTION in Verbal Communication (cf. Parole / Sassure)
Benny : “kajian ttg hub antara struktur permukaan (surface) dan struktur semantic”
FORM  Bentuk/sbg teks
= Langue = linguistic formal
Verbal Comm dlm bentuk bahasa (teks, novel, tutur) dan non-bahasa (mis: btk segitiga, tanda panah)
Contoh Extra:
Tujuan dr bljr Kajian Wacana:
Krn linguistic bs mjlaskan mslh2 budaya, shgg lebih percaya diri.
1. Lokasi d per4an
2. “Yang itu saja”.
Kajian: sbg tuturan , masuk ke dlm konteks situasi (yakni faktor2 luar bhsa yg mempengaruhi makna sebuah tuturan); bukan konteks bhasa
Ttg Kapan,dimana, t4nya, shgga tuturan tsb ada

3. Hakim: Apa betul Pak N hadir dlm rapat itu?
Saksi: ya,,,
Johnstone brpndapat WACANA = actual instances of comm in the medium of lg.
Manfaat praktis memahami Wacana:
- dpt meneliti detail ttg iklan dan member penjelasan
- Juga dgn penulisan kreatif, dmn bhasa itu bs dgn persuasi, dll
- Pd saat brtlpon, ada ethics
Wcana itu PAROLE (praktek berbhasa) bukan langue (kaidah2 sosial ttg penggunaan bhs/ =kaidah2  menguasai parole)
Cf. Linguistik FORMAL = kaidah2 tt bhasa = langue
Linguistik Fungsional = kaidah2 BERbhasa Mis. Sosiolinguistik = PAROLE

Konteks /bgian dr PAROLE /= lingkungan kebhsaan, fisik/mental yg dirujuk oleh pemakai (unsur) bhs dlm wacana dn yg meNENTUKan makna (dlm struktur semantic); WACANA itu unsur parole/bgian parole

Cf. Roman Jakobson (Pengembangan Fungsi BHS dri Karl Buhler) + F Phatic, Puitik, Metalinguistik / Exolinguistik
Note: F Puitik > tekanannya pd message/pesan itu sendiri
Mis. Sampiran hrs punya fungsi puitik
Beda W dgn Pragmatik:
Pragmatik lebih byk berkisar pd micro context, trkdang bs masuk pd Universe of Discourse; SELALU mengikutsertakan peserta komunikasi (S…audience… H)
Kl sifatnya sgt TERBATAS  PRAGMATIK # LUAS  SOSIOLINGUISTIK

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar